Dibalik Sepotong Video

 Iya, sepotong video itu memberikan makna yang luar biasa kepada kehidupan kita. Kenapa tidak, sifat kita yang telalu meninggi diri membuat kita bodoh dengan bahasa alam yang mulai tak lagi sama, membuat suara burung seakan memanggil kita padahal dia (burung) berdzikir kepada sang pencipta kita. Aliran udara yang senantiasa menyelimuti hidup kita terkadang tidak kita anggapa akan keberadannya. Semua itu karena sifat kita yang telalu membanggakan diri kita yang tidak memiliki sedikit harta dan kuasa karena semua yang kita pakai hanyalah titipan yang maha kuasa semata. Lewat sapaan sepotong video yang berdurasi beberapa menit membuat saya tersimpuh malu kepada sang pencipta. Kenapa tidak, alam yang sangat indah dengan semua isinya senantiasa mengabdi dan berdzikir kepada zat yang menciptakannya, padahal umat manusia yang terlahir lebih sempurna seakan terbang tinggi menembus awan tanpa henti dan mengingkari janji akan baktinya kepada sang gusti. Penjelasan sepenggal makna sederhana dari sholat menandakan keimaman yang masih teanjang yang terjonjolkan dari pribadi kita. Ketika dua tangan kita bertakbiratul ihram, kita berikrar di iftitah kita dengan lafadz “Inni wajjahtu wajhiya lil-ladzi fatharas-samaawaati wal-ardha haniifam mislimaw wa maa ana minal-musyrikin.  Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaya wa mamaatii lillaahi rabbil-‘aalamin. Laa syarikalahu wa bi dzaalika umirtu wa ana minal-muslimin”. Yang Artinya : “Ku hadapkan muka hatiku dekapada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan orang muslim”. Tetapi kenapa tidak sedikit dari titisan anak adam yang ingkar pada ikrarnya sendiri. padahal dia sudah berikar dengan ikrar “menyerahkan diri” namun tidak seutuhnya menyerahkan diri, mereka masih sangat tidak ikhlas ketika sebagian yang dititipkan ke mereka oleh Allah diambil kembali. Sudahkah kita menyadari bahwa hal itu sungguh sangat tidak benar. Kajilah kembali disetiap lantunan yang kita ikrarkan dan mulailah membenahinya dengan sejuta pembenahan yang menyempurnakan keimanan kita. Semoga kita tegolong kepada orang-orang yang mendapatkan pertolongan-Nya. Amin
Previous
Next Post »