Kabar Tak Berkuasa

Bumi yang terguyur hujan pun menjadi teman baik ketika bintang sedang berteduh dari kedinginan. Menutup semua agenda kebahagiaan yang tersusun rapi oleh sang pengharap. Menjadikan bumi bisu dan sangat bisu ketika ribuan do’a dan harapan sudah beterbangan di cakrawala. Menggenggam sejuta harapan tidak menjadikan keharusan akan terjadinya apa yang tergenggam. Terkadang harus membuka genggaman yang isinya sudah hancur karena rasa yang tidak puas dan menjalar, membuat tangan-tangan tak berkuasa menjadi sang predator ketika hujan datang. Melepuh dan tidak bisa lagi berharap banyak. 
Tidakkah mereka menjadi tuhan bagi mereka sendiri untuk bisa bangkit dari kabar yang tidak ada pada catatan mereka. Dan menata kembali dunia yang sudah kadung kotor dibawah sentuhan iblis yang bertopengkan dewa, menyanyikan syi’ir kegelapan ditelinga anak Adam yang tidak bermakna dalam kehidupan mereka. Hijaunya dedaunan di pagi hari tidak sehijau dengan harapan mereka di kala shubuh masih tertidur, karena mereka harus sadar bahwa scenariolah yang bisa mereka buat bukan takdir. 

Previous
Next Post »