Ketenangan Jiwa

MOH. FIRDAUS
 Dengan bergulirnya waktu dari masa kemasa membuat kita semakin banyak tau kosa kata kehidupan, dari yang pahit sampai yang manis. Tidak dipungkiri ketika kita mengecap manisnya kehidupan seakan kita terbang mengudara. Melewati pepohonan rindang, mengalahkan gesitnya sang garuda dan menembus sang cakrawala. Kebingungan untuk angkat bicara masalah nikmatnya dunia ketika berpihak kepada kita membuat kita terkadang melupakan Allah SWT dari jiwa kita. Namun, ketika roda dunia berputar begitu cepat sehingga waktu yang tidak diinginkan berpihak pada kita maka disitulah kita sebenarnya. Kita yang tiada kuasa dan tak berdaya yang hanya bersimpuh dengan diam dengan seribu bahasa. Menyesal karena tidak mengingat-Nya ketika bahagia kita genggam sudah menjadi rahasia manusia. Namun, pada sebenarnya bukanlah manisnya dunia yang kita butuhkan melainkan ketenangan jiwa.
Jiwa yang tenang akan membuat kita lebih mudah mengontrol diri dan tidak mudah untuk ingkar dengan nikmat yang bertubi-tubi Allah berikan. Tidak sedikit orang kaya yang miskin ketenangan jiwa dan tidak banyak orang miskin yang kaya ketenangan jiwa. Apa gunanya hidup kalau kita hanya mengurusi dunia, mengingat dunia dan diperbudak dunia yang sudah jelas-jelas dunia hanya ingin menjauhkan kita dari-Nya.
Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
19 September 2015 21.15 delete

Ketenangan jiwa diperoleh ketika dekat dengan Allah SWT...
ketenangan jiwa kebutuhan pokok menurut saya, tapi masih sering kali lalai...
moga kita selalu memdapatkan ketengan jiwa... amin...

Reply
avatar