Kita Pasti Mati

Moh. FirdausMati, iya semua orang akan meninggalkan dunia ini. Dewasa ini kita terlalu berleha-leha dengan kejayaan kita yang masuk pada usia yang tidak lagi muda. Usia dimana kita sudah tau akan hal yang dulu tidak kita ketahui, usia yang membuat kita dipanggil Kakak ketika dulu dipanggil adek. Perubahan usia dari yang muda hingga dewasa ini sebenarnya patut kita waspadai juga akan urusan kita dengan sang pencipta cakrawala.  Pasalnya, semakin dewasa atau semakin bertambah umur kita maka secara otomatis kita semakin mendekati garis kematian. Garis yang yang tidak disukai oleh para manusia yang ahli berkantor. Namun hal itu terberbanding terbalik dengan keadaan anak muda di jaman IT yang semakin mendewakan kedewasaannya dengan semakin sok sibuk dengan urusan-urusan yang sifatnya duniawi. Seakan tidak ada sedikit celah untuk menyempatkan diri menghadap sang pencipta. Sungguh sangat jelas bahwa mereka masuk kedalam jebakan dunia yang memang berperan sebagai pelupa manusia terhadap Tuhannya. Gemerlap dunia sungguh memudarkan cahaya akhirat di mata kaum adam yang memeluk keawaman. Sehingga urusan duniawi mereka dewakan dan urusan akhirat mereka lupakan. Namun, sepandai-pandainya kita melupakan kematian maka kematian akan tetep ingat dengan kita.
Previous
Next Post »