Dunia Yang Berbicara

Serasa tiak mengerti kenapa dunia ini semakin berbeda dengan pergeseran jaman dan perubahan waktu. Membandingkan kehidupan dulu yang terasa sangat sejuk dihati dengan seluruh perbedaan yang ada namun tetap memegang teguh rasa saling menghormati. Menjaga kehormatan antar suku, antar budaya, dan antar agama. Tidak ada pembeda yang menjadi tirai penghalang bagi penyawa yang terus berkutik mencari angin diluar jendela. Mendengarkan kicauan bermacam burung diluar jendela ketika pagi datang. Malam yang menggantikan siang dijadikan waktu bercengkrama dengan tetangga, teman, dan keluarga tercinta. Kesibukan suasana kota tidak pernah memudarkan rasa nasionalisme anak desa, justru membuatnya lebih tau tentang arti kehidupan yang diinginkan para pendamba. 
Namun, dunia kini sudah tidak tau caranya membangun rasa nasionalisme yang baik bagi pribuminya, dia terlalu sibuk menunjukan hal-hal yang tidak diinginkan manusia. Gempa bumi, banjir, dan tanah longsong kini seakan sudah diperintahkannya untuk mengusik kehidupan manusia yang tidak lagi sama. Manusia-manusia yang merasa terusik hanya bisa menangis sedih melihat hal yang terjadi, karena kuasa sejatinya memang tidak pernah dia miliki. Namun, apakah tidak pernah terselip sepercik pertanyaan ataukah kesadaran kenapa dunia sekarang semakin tidak terkendalikan. Adakah masalah yang membuatnya melakukan semua yang tidak diinginkan oleh manusia. Harusnya pertanyaan itu menjadi point untuk menjadikan manusia kembali ke jaman yang memupuk tali silaturrahmi yang baik, meninggikan rasa saling menghormati sehingga terjadi keharmonisan dalam bersosial. Sejatinya dunia yang indah ini hanya ingin bilang "Jangan pernah lupa dari mana kamu berasal dan kemana kamu kembali"
Previous
Next Post »