Dua Bocah Berjalan di Waktu Dhuha


Januari hingga Februari 2016 merupakan waktu kosong bagiku dan teman-teman yang masih berkutak di nuansa liburan kuliah. Menghabiskan waktu dengan kopdar bareng teman-teman komunitas, menjelajahi tempat yang belum tersentuh oleh tangan-tangan manusia, dan juga mengupdate blog merupakan kegiatan rutinitas di sela-sela waktu kosong.
Senin pagi 22 Februari 2016 terjadwal di kalender pribadiku untuk jalan-jalan mengitari indahnya Kota Bangkalan, tidak lupa berhenti di minimarket untuk mengambil uang tunai, membeli air minum dan camilan. Tidak sengaja, ketika baru keluar dari minimarket saya melihat dua bocah yang sedang berjalan untuk mencari rezeqi dari tempat sampah yang berjejer rapi di pinggiran kota.
Mungkin mereka bersaudara, perempuan paling tua dan laki-laki paling muda. Mereka menghampiri setiap bak sampah yang berada di sepanjang jalan kota, mengharap masih ada barang-barang yang bisa mereka bawa pulang untuk ditukarkan dengan kepingan rupiah. Hijab dan baju kusut tidak membuat si kakak (yang paling tua cewek) berhenti melangkah untuk mencari pundi-pundi rupiah yang mungkin terselip didalam deretan bak sampah, begitu pula dengan sang adik (paling muda cowok) yang mengenakan kaos oblong, celana panjang kumuh dan topi untuk menghindari diri dari terik sinar matahari tidak pernah semeter pun jauh dari sang kakak. Keduanya berjalan kompak dan saling bergandengan tangan seperti Ibu yang sedang menggenggam erat tangan anaknya. Pemandangan yang membuat hati para manusia simpati itu terjadi pada waktu dhuha, dimana waktu itu memang waktunya manusia untuk mencari nafkah.


*Intermezzo* 

Sebenarnya Tuhan menyeru kepada kita semua untuk bekerja disiang hari dan beristirahat di malam hari bukan sebaliknya. Namun, ada pula selain menjadikan malam sebagai siang dan siang sebagai malam yaitu memperpendek waktu malam, mereka (bukan dua bocah tadi) bekerja dari jam 2 malam sampai menjelang maghrib. Alangkah kejamnya dunia, menutup mata manusia untuk menghadapt Tuhannya. Mencari nafkah memang keharusan tapi bersujud Kepada Sang Pemberi rezeqi juga kebutuhan. Kebutuhan kita untuk berjumpa dengan ajal yang tidak ada di kalender modern. Maha luar biasa Tuhan dengan segala ciptaan-Nya, memberikan contoh kepada kita semua melalui hewan, dan itu bernama lebah. Lebah mencari makan di waktu dhuha sekitar jam 7 pagi dan lebah memakan hal-hal yang baik serta mengelurkan hal-hal yang baik pula. Tidak merusak melainkan memberikan timbal balik yang sangat menguntungkan. Secara sinkronisasi, aktivitas lebah menyerukan kita untuk sholat sunnah Dhuha sebelum bekerja agar rezeqi kita dipermudah serta dibarengi kebarokahan. 


**Kembali ke topik**
Sambil memandang kedua bocah yang terus menyambangi bak bak sampah, hati yang diam ikut berkata "tidak maukah saya bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan sedangkan mereka yang didalam kesulitan hidup tetap tersenyum syukur karena nafas yang pada hakekatnya berdzikir pada-Nya tetap Tuhan titipkan,". tidak lupa juga secarik do'a terselipkan dalam hati, semoga kedua bocah itu mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi.
*Semoga kita semua senantiasa untuk bersyukur akan segala nikmat yang Tuhan berikan*


Previous
Next Post »

6 komentar

Write komentar
ALAM
AUTHOR
23 April 2016 21.22 delete

Andai ada fotonya, pasti lebih menarik.

*ini adalah komentar kedua, karena komen pakai henpon susah, gagal terus*

Reply
avatar
Abd Rosyid
AUTHOR
24 April 2016 10.37 delete

Ternyata dua bocah itu juga ada di Bangkalan, aku kira cuma ada di kota-kota besar.

Reply
avatar
Kautsar Ab
AUTHOR
12 Mei 2016 07.31 delete

Semoga kelak dua bocah itu tumbuh jadi orang sukses dunia akhirat amin...

Reply
avatar
M Firdaus
AUTHOR
12 Mei 2016 20.46 delete

Amien Ya Robbal Alamien

Reply
avatar
M Firdaus
AUTHOR
12 Mei 2016 20.47 delete

Yang mau ngambil fotonya lupa bercampur tidak kuasa =( =(

Reply
avatar
M Firdaus
AUTHOR
12 Mei 2016 20.48 delete

Saya kira juga demikian =(

Reply
avatar