Mandat Dosen Ke Pulau Seberang

Pagi itu nikmatnya nuansa liburan masih terasa akan aromanya namun tidak dengan rasanya. Karena pagi itu merupakan pagi yang paling tidak disukai oleh kalangan pegawai atau karyawan. Iya, hari dimana para kehidupan mulai aktif kembali dan itu hari senin. Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan saya, hari senin saya gunakan untuk berleha-leha dengan kosongnya agenda. Menelaah informasi dengan berselancar di smartphone mungil dan merebahkan badan ke kasur nan empuk. Kenikmatan berleha-leha saya seakan memudar ketika WhatsApp di hanphone mungil saya memberikan notification tanda adanya pesan. Senang bercampur khawatir karena pesan itu datangnya dari dosen yang memberi mandat kepada saya untuk melakukan survei lokasi penelitian yang berada di ujung timur Pulau Madura. Senang karena bisa di percaya oleh dosen dan khawatir takut tidak sesuai keinginan dosen. 
Selasa 8 November 2016 jam 07.30 pagi saya langsung bertolak dari kota kelahiran (Bangkalan) menuju ke Madura ujung timur (Sumenep). Perjalanan yang melelahkan itu saya tempuh kurang lebih 4 jam. Jam 11.00 siang saya bisa meregangkan otot-otot dan bersantai sejenak dan sholat dzhuhur di rumah teman di Kecamatan Lenteng yang berada di Kabupaten Sumenep, sebelum akhirnya melakukan perjalanan kembali ke lokasi yang diperintahkan dosen.

Pelabuhan penyeberangan dari Sumenep ke Pulau Talango yang berada di Kalianget


Gerbang Pulau Talango (Kec Talango)
Tepat jam 2 siang saya sampai ke lokasi tujuan, dan tugas terakhir saya mengunjungi kediaman seseorang yang ditunjuk oleh dosen saya untuk melakukan penelitian. Kediaman yang sederhana namun dipenuhi oleh ragam sentuhan tangan yang menunjang perekonomian masyrakat Pulau Talango dan kediaman itu saya jumpai sepuluh menit setelah bertanya-tanya pada masyarakat setempat.
Tahap tanda tangan berkas
Tanda tangan berkas oleh Bapak Budy Mulyanto selaku orang satu-satunya yang menjadi inspirator masyarakat setempat untuk mengembangkan potensi alam yang ada sebagai pendongkrak perekonomian menjadi simbol terakhir selesainya tugas saya. Nafas segar terhempas dengan lega karena semua urusan lancar tanpa hambatan dan akhirnya saya kembali ke Sumenep untuk bermalam disana sebelum akhirnya kembali ke kota kelahiran (Bangkalan).
Sholat Maghrib di Masjid Agung Sumenep sekaligus berfoto ria di depannya
Previous
Next Post »